Langsung ke konten utama

Bintang Perubahan


     Satu tahun yang lalu, hari ini adalah sejarah baru. Dan hari ini, aku merindukannya. Aku merindukan suasana baru itu, aku merindukan gelora semangat yang tumbuh dalam kalbu. Menciptakan visi misi dalam hidup. Menjadikan hal tersebut sebagai tantangan. dan aku yakin aku mampu dan aku bisa. Aku di kelilingi oleh orang-orang hebat. Begitu kuat energi positif yang terpancarkan. Hingga semua kemustahilan terlumpuhkan.

     Begitu banyak yang aku pelajari, pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Begitu banyak pula perubahan yang aku dapati. Lebih mengenal diri, lebih percaya diri, dan mudah bersosialisasi dengan orang lain. Selain lebih mengenal diri, aku pun lebih mampu mengerti orang lain. Karena sejatinya setiap orang itu adalah unik dan berbeda.

     Mempelajari makna-makna dari setiap gesture dan bahasa tubuh orang; kepribadian orang lain; dan teknik-teknik berkomunikasi dengan orang lain. Teori saja memang kurang berarti, akan tetapi banyak juga praktik yang dilakukan. Alhasil aku menjadi lebih paham dan mengerti. 

     Satu hal yang amat berharga bagiku. Karena hal itu, kehidupanku berubah. Cara pandang kedua orang tua terhadapku berubah. Kita mengetahui bahwa kepercayaan itu amat sulit didapatkan. Apalagi dari kedua orangtua. dan setelah itu, kedua orang tuaku perlahan memberikan kepercayaannya kepadaku. Aku yang awalnya (merasa) selalu di posisikan sebagai anak kecil, mulai saat itu perlahan tidak lagi. Keduanya memposisikan aku sebagai manusia dewasa. Aku amat sangat merasa bahagia.

   Aku kira, jika sikapku tidak berubah, kedua orang tuaku pun takkan memperlakukanku seperti ini. Terima kasih Bintang Revolusi, kak Archan the Revolutionist, kak Dila Fadhilatun Nisa, dan semua kakak-kakak, teman-teman, serta adik-adik di Bintang Revolusi. Perubahan adalah dimulai dari diri sendiri, kemudian pada orang lain. Semoga kita semua khususnya aku mampu memberikan manfaat, menyinari kegelapan, dan membawa semangat perubahan layaknya Bintang yang membawa perubahan. BINTANG REVOLUSI.

Salam SPEKTAKULER...!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRODUK TERBARU OPPO ‘OPPO ENCO BUDS’

Hi guys! Aku suka banget dengerin musik. Musik bisa membuatku lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu, seperti penyelesaian tesis beberapa bulan lalu. Biasanya aku mendengarkan musik menggunakan headset / earphone . Terlebih kalau anakku sedang tidur, auto wajib pakai headset karena ia kurang suka kalau tidur dalam kondisi berisik/banyak suara. Selain itu   jika ada kegiatan webinar, akupun menggunakan headset . Terima telpon pun pakai headset , agar tangan tidak pegal memegang ponsel terlalu lama. Tetapi, aku sering diribetkan dengan kabel yang kusut melilit-lilit. Karena kadang setelah pakai lupa untuk merapihkannya kembali. Apalagi untuk seorang ibu sepertiku. Anak lihat aku pakai headset , auto diminta headsetnya, ditarik-tarik dan dimainkan. Akhirnya kabel jadi rentan putus dan rusak.  Kalau lagi di luar, pakai headset kadang terasa ribet juga. Mesti dicolokin dulu ke ponsel, dan kabel terasa mengganggu terhalang-halang. Akhirnya keliatan jadi heboh gitu dan merasa t...

Sejarah BK di Indonesia

Artikel tentang  “Sejarah Bimbingan dan Konseling di Indonesia” Analisis + Komentar NIRA PRIHATIN NUFUS 1715115429 MPA BK 2011 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Program Studi Bimbingan dan Konseling SEJARAH BIMBINGAN DAN KONELING INDONESIA                Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada  setting  sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Pad...