Langsung ke konten utama

Postingan

My View

Ingin menangis rasanya ketika mengetahui ini semua. Tapi ini merupakan sebuah pembelajaran yang berharga bagiku. Ternyata kebanyakan orang hanya mampu berkata di belakang. Menjelek-jelekan orang lain kepada yg lainnya. Sibuk sekali ya mereka, tak adakah hal lain yang lebih penting selain membicarakan orang lain di belakang? Bisakah orang tersebut sadar dengan sendirinya? Hanya sedikit orang yang mampu sadar dengan sendirinya. Dengan membicarakan orang lain di belakang belum tentu permasalahan tersebut terselesaikan dan belum tentu orang tersebut bisa berubah dengan sendirinya seperti apa yg diinginkan oleh si orang yg membicarakannya.

Just Renungan

Tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan menjemput. Yang kita tahu, kematian pasti akan datang. Jika kematian itu tidak ada yang tahu kapan datangnya, haruskah kita bertaubat ketika kita sudah tua? Kenapa orang-orang yang sudah tua itu suka sakit-sakitan? Kenapa orang yang sudah tua cenderung baru mendekatkan diri kepada Allah? Jika ia bertaubat, berarti ia menyadari pernah berbuat kesalahan/dosa. Penyesalan datangnya memang di akhir. Kesadaranpun datangnya seringkali berada di akhir. Mau itu sesuatu yang baik ataupun buruk. Ketika baru akan melakukan sesuatu, seringkali kita tidak mempertimbangkan baik buruknya. Kebanyakan hanya memikirkan hal yang enaknya saja. Kebanyakan orang pun selalu ingin berada pada zona nyaman. Yapp, zona nyaman memang menggiurkan. Semua orang pasti ingin berada di zona nyaman. Namun jika terus berada di zona nyaman, rasanya pun akan hambar. Tak ada tantangan yang bisa di tempuh. Padahal pada kenyataannya, hidup ini pe...

Segitiga Terbalik

Otak kita suka melebih-lebihkan sesuatu. Ibarat segitiga terbalik, pikiran kita yang tadinya luas, tapi karena ada sesuatu yang mengganjal, akhirnya terus dipikirkan. Yang awalnya besar menjadi semakin kecil namun semakin mendalam. Yang tidak baiknya adalah, jika itu sebuah masalah dan kita melihat dengan kacamata minus. Maka semakin minuslah ia.

Mahasiswa Plus

Kampus seringkali dianalogikan sebagai  miniature sebuah bangsa. Dalam sebuah kampus berkumpul mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka saling berlomba satu sama lain untuk mendapat hasil terbaik agar dapat bersaing di dunia kerja nantinya. Sebagian mahasiswa seringkali lupa bahwa dalam dirinya telah dipatok sebuah gelar   agent of change  yang seharusnya mampu membawa perubahan.           M ahasiswa itu dianggap sebagai kalangan terpelajar yang kritis terhadap keadaan dan mampu mengubah keadaan menjadi lebih baik melalui kontribusi-kontribusi praktisnya. Misalnya saja jika ada kebijakan pemerintah yang kurang disetujui oleh masyarakat maka disini para mahasiswa membantu menyuarakannya. Namun peranan yang disandang ini tidak serta merta dapat dilakukan oleh seluruh mahasiswa. Bukan karena kurangnya kemampuan mahasiswa tersebut, tetapi karena kurangnya kemauan mahasiswa sendiri dalam mengolah asset yang dimiliki dalam ...

Contoh SATLAN BK

a. Topik bahasan : Cara memilih jurusan di perkuliahan b. Jenis layanan : Layanan informasi c. Fungsi Layanan : Pemahaman d. Bidang bimbingan : Bimbingan karir e. Tujuan yang ingin dicapai :  Agar peserta didik tidak salah memilih jurusan di perkuliahan f. Tujuan layanan :  1. Agar peserta didik mengetahui dampak salah memilih jurusan 2. Agar peserta didik mengetahui dan memahami bagaimana cara memilih jurusan kuliah yang tepat 3. Agar peserta didik dapat berpikir kritis dan cermat dalam menentukan pilihan di perkuliahan g. Sasaran layanan : Siswa SMA kelas XII h. Uraian kegiatan : • Strategi penyajian : Klasikal/kelompok • Metode : Ceramah, diskusi kelompok, presentasi & tanya jawab • Materi :  1.  Dampak salah memilih jurusan kuliah    2.  Bagaimana cara memilih jurusan kuliah yang tepat i. Tempat pelaksanaan : Ruang kelas j. Alokas...

Manajemen Kepemimpinan

    Saya menyukai dan mengidolakan salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia, yakni Ki Hajar Dewantara. Ki hajar Dewantara adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh yang memiliki dedikasi tinggi yang suka membawa spirit kerakyatan. Dia tidak mau menjaga jarak dengan rakyat kecil, meski dia sendiri adalah keturuan dari kaum bangsawan. Ia juga merupakan tokoh dan pelopor pendidikan yang mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922.     Ki Hajar Dewantara memiliki 3 prinsip dasar kepemimpinan, yaitu Ing ngarsa sung tulada; Ing madya mangun karsa; dan Tut wuri handayani. Ing ngarsa sung tulada. Artinya, di depan memberi teladan. Filosofi ini memiliki arti bahwa seseorang yang berada di garis depan atau seorang pemimpin, harus bisa memberi contoh kepada para anggotanya. Seorang pemimpin akan dilihat oleh anggotanya sebagai panutan.   ...