Langsung ke konten utama

Postingan

Sudah tahun 2013 ya (?) Semester 4 (?)

Lama sudah ku tak berkunjung ke blog yang aku miliki. Menengok saja tidak, apalagi menulis? Dan ternyata waktu begitu cepat sekali berlalu. Kini ku sudah duduk di semester 4, semester 3 sudah aku lalui lho. Semester tiga yang dulu aku takutkan bersama teman-temanku. Tapi ternyata? kenyataannya aku mampu melalui semuanya. Segala proses yang ada di semester tiga. Akupun bersyukur aku masih bisa mengambil full sks di semester ini. Ya walaupun IP-ku menurun (hiks), tapi ya itulah kemampuan yang aku miliki. Aku masih harus bersyukur dengan itu. Aku adalah salah seorang yang beruntung yang masih bisa mengambil full sks. Targetku ada yang tercapai, tetapi ada juga yang tidak. Aku merasa di semester tiga aku masih sangat kurang maksimal dalam mengerjakan semuanya. Rasa malas menyelimuti begitu dalamnya. Fokusku terganggu oleh beberapa hal. Kelemahan-kelemahan yang ada pada diriku masih terasa bersemayam di dalam. Entah mengapa begitu berat kurasa. Namun kupastikan itu akan hilang semua dari ...

Menyambut Semester Tiga

Mendengar cerita-cerita dari kakak senior, semester tiga bagaikan monster . Mereka seakan menakut-nakuti, seakan membuat angkatan saya harus ekstra berhati-hati dari dosen-dosen dan mata kuliah yang semakin ketat. Terlebih ada satu dosen yang ‘agak’ ditakuti di semester satu yang semester tiga ini akan mengajar lagi. Dan di semester ini dosen tersebut akan mengampu satu mata kuliah yang berbeban 4 sks dengan tiga dosen sekaligus. Dari cerita kakak senior yang saya dengar, banyak dari mereka yang tidak lulus (baca: harus ngulang) dari mata kuliah ini yaitu mata kuliah yang diampu oleh dosen yang semester satu pernah mengajar, dan mata kuliah praktikum. Dua mata kuliah itu sama-sama diampu oleh tiga dosen sekaligus. Padahal mereka sudah mati-matian dalam mata kuliah tersebut. Dan kata kakak senior-pun dosen-dosen di semester tiga ini pada pelit urusan nilai. Teman-teman saya pun semakin takut untuk menyambut semester tiga. Dan yang tak lupa dari ingatan, bahwasanya nilai tem...

Tentang A-K-U

Ingin sedikit cerita tentang "Aku" Bagi sahabat-sahabatku, mungkin mereka sudah cukup mengenal bagaimana karakter aku. Mereka yang sering bersama denganku, yang sudah cukup lama mengenalku. Teman-temanku, ya sedikit cukup tau aku. Dan orang yang bertanda kutip ("), yang istilahnya mereka pernah memiliki kesempatan untuk lebih dekat denganku, aku rasa mereka juga lebih tau dari sekedar teman. Namun jika disandingkan dengan sahabat, aku tak tahu.. Hehehe Dan ini yang terutama. Bagi keluargaku, aku pikir mereka lebih tau daripada yang lain tentang karakterku yang sesungguhnya. Sulit disembunyikan dan dikamuflase di depan yang satu ini. Sifat dan sikap yang asli lebih banyak tertimbulkan. Tetapi menurutku, semuanya tergantung porsi masing-masing. Sahabat yang memang waktuku lebih banyak bersama mereka, sifat dan sikapku lebih banyak tertuang disana. Dan otomatis mereka melihat dan menilai tingkah laku aku. Bagaimana aku menyikapi sesuatu, dari mulai interaksi langsu...

Yess Bisa dibuka Lagi :D

Akhirnya blog ini bisa kubuka kembali, setelah sebelumnya cukup lama ku otak-atik dengan semua akun mailku. Ternyata memiliki banyak mail dengan sandi yang berbeda-beda itu cukup menyulitkan. Aku pikir ini salah pada "sandi"-nya. Hehehe Hal ini akan ku jadikan pembelajaran ke depannya. Sesegera mungkin aku menyamakan sandi-sandi mereka. Oh iya, belum lagi akun-akun jejaring sosialku yang lain, haduhh. Facebook, Twitter, Koprol, Heello, Plurk, Tumblr, dan gak tau deh yang lain-lainnya. Masih mending akun-akun yang sering dibuka, macem kayak Facebook sama Twitter, inget mailnya yang mana dan sandinya yang mana. Yang lain-lainnya (?) Wallahualam -__-

Penduduk Talje yang Bodoh

Di Swedia ada sebuah kota kecil, Talje namanya. Suatu hari, ada seorang saudagar berkapal berlabuh di kota itu. Saudagar itu membawa binatang kesayangannya, seekor kelinci. Ternyata penduduk Talje belum pernah melihat binatang semacam itu. Mereka sangat terkesan pada kelinci itu dan meminta saudagar itu menjualnya. Dan saudagar pun rela melepaskan kelincinya setelah mendapat imbalan yang amat tinggi. Kelinci itu mereka gendong ke gedung balai kota di pusat kota. Tidak lama kemudian, hampir semua penduduk Talje berdesak-desak untuk melihat binatang aneh itu. Tiba-tiba ada seorang yang sadar bahwa mereka lupa menanyakan apakah makanan binatang itu. Semua orang menanyakan apakah makanan binatang itu. Semua orang berduyun-duyun lari ke pantai, tetapi kapal sudah meninggalkan pelabuhan. Orang-orang saling berteriak menanyakan makanan kelinci itu. “Mjolk !” terdengar jawaban dari kapal. (Mjolk dalam bahasa Swedia artinya susu). Namun, penduduk Talje salah dengar dan mengira maka...

Ada Cinta di Sekolah

Angin sepoi-sepoi kunikmati di bawah pohon belimbing bersama teman-temanku setelah selesai ekskul di sekolahku yang belum satu bulan aku tempati.          “Hei… kamu yang pake baju olahraga pink !”. Terdengar suara yang memanggilku dari arah pohon ceri.          “Aku?” jawabku polos. Karena jarak aku dengannya lumayan   jauh, akupun datang menghampirinya. Aku berjalan dengan hati yang resah. Sepertinya itu kakak kelas yang memanggilku. Ada apa ya? Hatiku bertanya. Sampailah aku di hadapannya dan teman-temannya.          “Ada apa kak?”, tanyaku dengan grogi.          “Nama kamu siapa?”, ucapnya.          “Yura, emangnya kenapa kak?” jawabku.          “Cuma nanya kok”, jawabnya lembut. Setelah itu kami menjadi terdiam dan akupun berbicara lagi ...